Selasa, 24 Juli 2012


Galodo Tiba saat Berbuka
8 Orang Hilang, 20 Rumah Hanyut, Jembatan Kelawi Putus
 Padang Ekspres • Rabu, 25/07/2012 10:49 WIB • TIM PADEK • 234 klik
Warga mengungsi karena rumah merak terndam banjir
Padang, Padek—Bencana besar melanda Kota Padang. Hujan deras disertai badai yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB kemarin (24/7), menimbulkan banjir bandang di sejumlah ka­wasan sekitar pukul 18.30 WIB,  saat mas­yarakat akan berbuka puasa.

Air bah yang datang dari hulu Batang Kuranji merendam ribuan rumah dan toko dalam radius 100 meter dari ban­ta­ran sungai di 10 ke­lu­ra­han, di Keca­matan Pauh, Lubukbegalung dan Nanggalo.
Ketinggian air men­capai lebih dari 2,5 meter.

Hingga pukul 23.00 tadi ma­lam, belum ada laporan kor­ban jiwa dalam bencana ini. Namun, enam orang plus dua nelayan dila­porkan hilang, 20 rumah dan dua mushala hanyut. Jembatan Ke­lawi di Kotopanjang, Li­mau­manih putus. Sebuah perahu be­serta dua nelayan belum bisa di­evakuasi dari tengah laut, ka­wasan pantai muara Universi­tas Bung Hatta (UBH), Keca­matan Padang Utara.

Pantauan Padang Ekspres, air mulai surut sekitar pukul 21.30 WIB. Listrik di tiga keca­ma­tan yang dilanda bencana se­ngaja di­padamkan PLN untuk meng­hindari sengatan arus lis­trik.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, warga yang baru memulai berbuka puasa, tiba-tiba dikejutkan limpahan air bah ke dalam rumah. Kontan suasana berubah mencekam.

Warga panik sambil ber­ham­buran menyelamatkan ang­gota keluarga ke tempat lebih ting­­gi. Ada pula menuju per­bu­kitan.

Meluapnya hulu Batang Ku­ranji di Kecamatan Pauh, tepat­nya Kelurahan Limau­manih, ber­asal dari air perbukitan yang di­sebut warga Bukit Danau Ka­ring. Lokasinya sekitar 30 kilometer kampus Unand.

Akibatnya, Batang Kuranji meluap. Puluhan rumah warga di sepanjang bantaran sungai, ha­nyut terbawa arus banjir ber­campur lumpur. Enam orang war­ga Kelurahan Limaumanih, Ke­­camatan Pauh, saat kejadian di­­duga masih berada di ru­mah­nya, hingga tengah malam be­lum diketahui nasibnya.

Sementara itu, luapan su­ngai di Kecamatan Nanggalo, me­rendam ratusan rumah dan ja­lan lintas dari kawasan SMAN 12 Padang di Kelurahan Gurun­la­­was sampai Kelurahan Surau­ga­dang terendam air lum­pur. Be­gitu pula di kawasan Peru­mahan Bandagadang, seki­tar intake PDAM, Kampung Koto, Kecamatan Nanggalo.

Di sini, banjir merendam hing­ga atap rumah warga. Se­jum­lah warga tampak mena­ngis, ka­­r­ena harta benda mereka ha­nyut dibawa arus banjir yang de­ras.

Nurcahya, 65, warga Su­raugadang tampak mene­robos ge­nangan banjir dan menangis. Seisi rumahnya terendam dan ba­nyak hanyut terbawa arus ban­jir yang merendam hingga se­tinggi atap rumah. “Selain pe­ralatan rumah, 20 ekor kam­bing dan 40 ekor itik juga hanyut di­ba­wa banjir,” ungkap Nur­cahya.

Novi, 40, dan Jayusdi Effen­di, 50, yang tinggal di Peru­ma­han Indah Pratama me­nye­but­kan, air bah menghantam saat me­reka baru saja berbuka puasa. “Air merendam rumah saya se­tinggi dada, seluruh isi rumah yang ada lantai bawah terendam. Kami mengungsi ke lantai atas,” ungkap Jayusdi Effendi yang rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari bantaran Sungai Latung, sekitar intake PDAM Kampung Koto.

Sekitar pukul 21.30, air mu­lai surut. Warga mulai mem­ber­sihkan rumah dari sisa gen­angan lum­pur yang mencapai kete­ba­lan 30 cm. Di badan jalan lin­tas K­e­lurahan Suraugadang, ting­gi­nya ketebalan lumpur usai ban­jir membuat warga yang me­ngen­darai motor dan mobil ke­sulitan melintas.

Berdasarkan catatan Pol­sek­ta Pauh, sedikitnya tiga unit ru­mah rusak berat, dan satu unit ru­mah rusak sedang. Tak hanya itu, 17 ekor ternak sapi hilang ter­seret arus banjir.

Ramadhani, 45, warga Li­mau­manih mengatakan, 16 ekor sap­inya terseret arus. “Saya tidak me­­nyangka, 16 ekor sapi saya ikut terseret banjir. Padahal, ja­rak sungai dan kandang lebih da­ri 100 meter. Selain itu, kon­disi kan­dang ada setinggi tiga me­ter dari bibir sungai,” kata Ra­m­a­dha­ni kepada Padang Eks­pres, tadi malam.

Selain Batang Kuranji, aliran Batang Arau juga meluap. Air bah merendam sebagian Inda­rung, Lubukbegalung, dan Ma­ra­palam. Di Ujungtanah, dekat Kampus UPI, Kecamatan Lubeg, satu rumah kayu hanyut diseret arus sungai. Ratusan kepala ke­luarga terpaksa mengungsi di masjid dan dataran tinggi.

“Yang paling banyak terkena ban­jir di Gurunlaweh, ada 86 ke­pala keluarga, di Bandagadang 50 kepala keluarga,” jelas Kepala Ba­dan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Pa­dang, Dedi Henidal.

Air bah juga menerjang musha­la di Tabing Banda Ga­dang, Kecamatan Nanggalo. Air bah juga menghanyutkan satu mobil di Cengkeh, Kecamatan Lu­beg.

BPBD Padang mem­ber­laku­kan status siaga daru­rat ban­jir. Un­­tuk itu, warga yang tinggal di ba­n­­taran Sungai Batang Kuranji di­­minta tetap waspada meng­an­tisipasi galodo susulan. BPBD Sum­bar telah memberikan ban­tuan logistik berupa arung 500 lem­­bar, tikar 500 lembar, maka­nan siap saji 500 kilogram, serta na­si bungkus untuk keperluan ma­kan sahur pengungsi seba­nyak 1.000 bungkus.

Tadi malam, Gubernur Sum­­­bar Irwan Prayitno me­ngun­­jungi lokasi galodo di kom­pleks Perumahan Griya Kubu­tama Mandiri di Keluarahan T­a­bing Parak Gadang, Keca­matan Nanggalo. Gubernur didampingi Wali Kota Padang Fauzi Bahar tiba di lokasi terparah banjir ban­dang itu sekitar pukul 24.00. 

Sedangkan Wakil Wali Kota Mah­yeldi Ansharullah meninjau lo­­kasi banjir bandang di Limau­ma­nih. Wako menduga galodo di­­picu maraknya pembalakan hu­tan di perbukitan Limau­ma­nih

Senin, 02 Juli 2012


Bagaimana Kita Menyambut Bulan Ramadhan


1. Memperbanyak do’a kepada Allah

Adalah merupakan kebiasaan bagi para generasi yang shalih pendahulu kita dengan memperbanyak do’a sebelum masuknya bulan Ramad-han, sehingga diriwayatkan diantara me-reka ada yang memohon kepada Allah  agar dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan sejak 6 bulan sebelumnya. Mereka juga memohon kepada Allah  agar diberikan kekuatan dan pertolongan di dalam melaksanakan ibadah-ibadah di dalamnya seperti puasa, qiyamul lail, sedekah dan sebagainya.

2. Bersuci dan membersihkan diri
Yaitu kebersihan yang bersifat maknawi seperti taubat nasuha dari segala dosa dan maksiat. Pantaskah kita me-nyambut tamu yang agung dan mulia dengan keadaan yang kotor?, Pantaskah kita menyambut bulan Ramadhan yang dicintai oleh Allah  dan Rasul-Nya dengan gelimangan dosa?, Bagaimana kita ber-puasa sedangkan shalat masih sering kita lalaikan ? yang mana meninggalkannya merupakan sebuah kekufuran. Bagaima-na kita menahan diri dari segala yang mubah (makan dan minum) kemudian berbuka dengan sesuatu yang haram ? yang merupakan hasil riba, suap dan harta haram lainnya. Bagaimana kita ber-harap puasa kita dapat diterima sedang-kan kita dalam keadaan seperti ini. Renungilah sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَ الْعَمَلَ بِهِ فَلَْيْسَ ِللهِ حَاجَةٌ فِيْ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ  رواه البخاري

“Barangsiapa yang tidak meninggal-kan perkataan dusta dan beramal dengannya maka tidak ada bagi Allah  kepentingan terhadap puasa (yang sekedar meninggalkan makan dan minum)” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu sebelum pintu taubat tertutup, sebelum matahai terbit dari sebelah barat, sebelum nyawa sampai di tenggorokan maka bersegeralah bertau-bat dengan taubat yang sebenar-benarnya. Allah سبحانه وتعلى berfirman :

يَآيُهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا تُوْبُوْا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَصُوْحًا .... التحريم :8

“Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya...” (QS. At Tahrim:8)

3. Mempersiapkan jiwa

Yaitu dengan memperbanyak amal-amal shalih pada bulan Sya’ban karena pada bulan ini bulan diangkatnya amalan-amalan pada Allah. Sebagaimana hadits Usamah bin Zaid t yang diriwa-yatkan oleh Imam An Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah yang dihasankan oleh Syaikh Al Albani bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم berpuasa sepanjang bulan Sya’ban atau beliau memperbanyak puasa di dalamnya kecuali hanya beberapa hari saja beliau tidak melakukannya.


4. Bertafaqquh (mempelajari) hukum-hukum puasa dan mengenal petunjuk Nabi  صلى الله عليه وسلم

sebelum memasuki puasa seperti mempelajari syarat-syarat diterimanya puasa, hal-hal yang mem-batalkannya, hukum berpuasa di hari syak (meragukan), perbuatan-perbuatan yang dibolehkan dan dilarang bagi yang berpuasa, adab-adab dan sunnah-sunnah berpuasa, hukum-hukum shalat tarawih, hukum-hukum yang berkaitan dengan orang yang memiliki udzur seperti me-ngadakan perjalanan, sakit, hukum-hukum yang berkaitan dengan zakat fitri dan lain-lain. Maka hendaknya kita ber-ilmu sebelum memahami dan mengamal-kannya. Sebagaimana firman Allah سبحانه وتعلى :

فَاعْلَمْ أَنــَّهُ  لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ     محمد : 19

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguh-nya tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan termpat tinggalmu” (QS. Muhammad :19) Didalam ayat ini Allah سبحانه وتعلى mendahu-lukan perintah berilmu sebelum berkata dan berbuat.

5. Mengatur sebaik-baiknya program di bulan Ramadhan.
Bila seorang tamu yang agung datang berkunjung ke rumah kita kemudian kita menyambutnya dengan baik tentu kita akan mendapatkan pujian serta balasan dari tamu tersebut, begitu pula dengan bulan Ramadhan yang datang dengan membawa berbagai macam keutamaan. Jika kita menyambutnya dengan persia-pan serta program-program untuk tamu agung ini tentu kita akan mendapatkan keutamaan-keutamaan tersebut.

Maka dari itu hendaklah kita mengisi bulan suci ini dengan memperbanyak iba-dah shalat sunnat, membaca Al Qur’an, memperbanyak tasbih, tahmid, takbir dan istighfar dan lebih peduli kepada nasib orang fakir dan miskin, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali silaturrahmi, memuliakan tamu, men-jenguk orang sakit dan ibadah-ibadah lain yang semisal dengan itu guna meraih gelaran mulia dari Allah, yaitu “Taqwa” dimana ia merupakan simbol sejati bagi hamba-hamba Allah yang senantiasa mengikhlaskan hati dan memurnikan iman yang terpatri lewat amalan ibadah yang relevan dengan hukum syar’i.

Minggu, 01 April 2012

Polisi Akui Ada Indikasi Penganiayaan Erik

Senin, 02 April 2012 04:11
POLISI AKUI ADA INDIKASI PENGANIAYAAN
Siang ketika ditangkap polisi, Erik sehat wal afiat saja. Tapi sorenya ia harus meregang nyawa dan tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

PADANG, HALUAN –– Belum tuntas kasus penganiayaan terhadap tahanan Polsek Si­junjung, peristiwa serupa kembali terjadi. Erik Alamsyah (21) tewas dalam perjalanan ke rumah sakit yang diduga akibat dianiaya oknum anggota Polsek Man­diangin Koto Sa­layan, Bukittinggi Jumat (30/3).
Warga Dusun Aur Kuning, Jorong Balai Pandan, Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok itu meng­hem­buskan nafas terakhir dalam kondisi meng­ge­naskan. Dari foto-foto dokumen yang diterima Haluan, bibir pria yang ditangkap ka­rena dituduh ter­libat pen­curian kendaraan ber­motor (curanmor) ini lebam, kening luka-luka, muka memar, luka di kepala sebelah kiri, bahu, tangan kanan, leher sebelah kiri, dan paha bagian kanan.
Kuat dugaan luka-luka itu akibat makan tangan polisi yang me­nginterogasinya. In­formasi yang dirang­kum menyebutkan,Erik dijemput polisi ke tempat kost-nya di Bukittinggi, Jumat sekitar pukul 13.30 WIB karena diin­dikasikan terlibat curanmor. Pemuda tang­gung ini kemudian dibawa ke Mapolsek untuk diperiksa lebih lanjut.
Erik baru diperiksa sekitar pukul 15. 00 WIB. Hanya saja sekitar dua jam kemudian ia dilarikan ke rumah sakit. Malang baginya, dalam perjalanan korban menghembuskan nafas terakhir dalam kondisi luka-luka, hampir di seluruh tubuh. Luka-luka itulah yang diduga kuat akibat pengania­yaan polisi yang meme­riksanya di Mapolsek.
Polisi sempat bingung, karena tak mengetahui alamat keluarga korban, sehingga jasad Erik sempat diinapkan di rumah sakit. Baru keesokan harinya, Sabtu (31/3), keluarga korban diketahui. Pihak keluarga korban pun dihubungi. Hanya saja Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang Vino Oktavia yang mengadvokasi keluarga korban, sempat curiga melihat secarik kertas dari polisi yang isinya pihak keluarga tidak meminta jasad korban divisum.
Dari sanalah kejanggalan mulai terlihat. Toh, terlihat luka di kepala, dan bahu hingga ke tangan sebalah kanan korban. “Luka-luka itu menimbulkan kecurigaan,” kata Vino tadi malam.
Belajar dari kasus serupa di Sijunjung, kali ini Direktorat Reskrim Polda Sumbar bergerak cepat. Satu tim diturunkan ke Mapolsek Mandiangin Koto Salayan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Res­krim Polda pun menemukan sejum­lah kejanggalan.
Alhasil, jasad Erik dibawa ke Padang untuk diotopsi di Rumah Sakit Dr M Djamil. Proses otopsi berlang­sung dari pukul 12.00-15 00 WIB kemarin. Hasilnya masih ditunggu.
Tetapi kasus ini mulai terkuak. Polda langsung mengambil alih penanganannya. Bahkan tiga ang­gota Polsek Mandiangin Koto Swalayan sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan menjalani peme­riksaan di Mapolda. “Direktur Reskrim Polda sempat mengatakan hasil penyelidikan, luka di bahu dan pinggang korban akibat pukulan oknum polisi dengan menggunakan ikat pinggang,” lanjut Vino.
Menindaklanjuti kasus ini, hari ini rencananya Tim dari LBH Padang, dan Komnas HAM Sumbar akan datang ke Bukittinggi untuk menelusuri kasus ini di Mapolsek. Sementara jasad korban sudah dimakamkan pihak keluarga di Cupak, Minggu sore.
Pihak Polda Sumbar belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus ini. Tetapi Kapolresta Bukittinggi AKBP Eko Nuggroho Hadi tak membantah adanya dugaan penga­niayaan terhadap korban yang melibatkan anggota Polsek Man­diangin itu. “Kita tengah me­nyelidikinya lebih lanjut, dan yakinlah semuanya akan trans­paran,” katanya.
Sebelumnya, akhir Desember 2011 lalu, kakak beradik Budri M. Zen (18) dan Faisal Akbar (14), ditemukan meninggal dunia di sel tahanan Mapolsek Sijunjung. Ke­dua­nya diduga dianiaya polisi sebelum tewas.
Penyelidikan yang melibatkan Tim Mabes Polri memastikan hal itu. Sebanyak Sembilan anggota polisi mendapatkan hukuman disiplin terkait kematian dua orang ini, mereka masing-masing  AKP Syamsul Bahri, IPTU Al Indra, Bripka Joniter, Briptu Arianto Tasima, Brigadir Yohanes, dan Bragadir Al Ansari.
Tidak hanya itu, pengadilan pidana pun menunggu. Polda Sumbar tengah menyiapkan  pe­nyelidikan perkara ini, sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sumbar.(h/nas/aci)

Senin, 16 Januari 2012

KRONOLOGIS TERTANGKAPNYA PETER (Pencuri Ternak)


Gembong Peter Terbongkar, 9 Pelaku Diselkan
Sumber Padang Ekspres 
Publish by : balaipandan komunitas


Keresahan masyarakat atas maraknya kasus pencurian ternak (peter) di Kabupaten Solok mulai terjawab, 9 orang pelaku yang disinyalir tergabung dalam suatu gembong besar berhasil ditangkap, Selasa (10/1).  

Para bandit tersebut ditangkap secara terpisah di sejumlah kawasan, dibawah komando langsung Kapolres Solok, AKBP Bambang Ponco Sutiarso. Pasca penangkapan, diantaranya juga dilaporkan sempat berupaya melawan petugas, serta menceburkan diri ke sungai.  Namun malang bagi mereka, lokasi tempat persembunyian keburu sudah keburu dikepung, hingga akhirnya terpaksa harus menyerah. 

Kasat Reskrim Polres Solok, AKP Adra Bulkaini didampingi Kaur Bin Ops Iptu Ridwan menyebutkan, tertangkapnya para bandit terbilang spesialis ternak tersebut berawal dari proses pengembangan kasus peter di kawasan Tabek Panjang, Nagari Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Jumat (6/1) lalu. Kebetulan waktu itu para pelaku menyemblih langsung hasil curiannya tidak jauh dari kandang, hanya berkisar sekitar 1 km, persisnya di Koto Gadang, Nagari Guguk, sekitar 1 km. Malapetaka ini terkuak setelah dipagi itu kelompok perburu babi mendapati bagian kepala dan tulang-belulang sapi masih segar di semak-semak.    

Lebih lanjut diungkapkan Adra Bulkaini, Senin (9/1) sekitar pukul 23.00 wib pihaknya melalui kaur Bin Ops Iptu Ridwan dikabari oleh Kapolsek Talang AKP Irwan Zani sekaitan adanya sebuah mobil Pick-Up Mitsubishi L300 bernomor polisi BA 8260 HD pembawa sapi curian melintas menuju Padang. Mendapat khabar tersebut, sejumlah petugas langsung diterjunkan ke lapangan untuk menggelar razia. Kebetulan saat itu petugas telah lebih dahulu menangkap salah-seorang warga yang dicurigai sebagai pelaku sindikat penter. Namun sialnya petugas ternyata sempat kecolongan, dikhabarkan mobil siluman tersebut sudah lolos ke daerah Andaleh Kota Padang. 

“Awalnya mereka sempat lolos dari pengitaian kami, hingga akhirnya lolos sampai ke Andaleh Kota Padang”, timpal Ridwan.

Tidak puas sampai disitu, petugas kembali berupaya mencari informasi yang akurat, sembari melakukan penyisiran ke tempat-tempat dicurigai di Kota Padang, namun karena tidak juga ada petunjuk pasti rombongan terpaksa memutuskan untuk kembali ke Lubuk Selasih, Kabupaten Solok. Berselang waktu tak begitu lama sekitar pukul 01.00 wib, kembali masuk informasi menyebutkan mobil yang sedang diintai itu ternyata sedang berbalik arah menuju Solok, sudah sampai di kasawan Airsirah.  Spontan belasan petugas kembali bergerak  menggelar pengintaian.

Berkat kesigapan petugas tergabung dalam Tim Buru Sergap tersebut, akhirnya berhasil membidik buruannya, L300 hitam yang diketahui dikemudikan Lunak,30, dicekal di kawasan Lubuk Selasih, Selasa dinihari. Selain Lunak, didalam mobil juga ada tiga penumpang lainnya, Wira S, Son Raflis dan Saparuddin. 

Pasca penggrebekan berlangsung, Son Raflis sempat berupaya kabur dan nekat menceburkan diri ke sungai, sementara lainnya juga dilaporkan mencoba melawan petugas. Namun semuanya tetap bernasib apes hingga akhirnya digelandang ke Mapolres setempat. Dihadapan penyidik para bandit ini mengakui semua perbuatannya, seraya menyebutkan daerah-daerah operasinya selama ini. 

Berdasar keterangan keempat pelaku, terkuak pelaku lainnya masing-masing adalah Sunar,50, Asrial alias Kentung, Hendra,32, Alek Mardianto,34, Edi, Ari Rimbo, Kawek. Namun dari hasil penyelidikan, empat orang, Sunar, Son Raflis, Hendra dan Kentung telah ditetapkan sebagai tersangka, dua diantaranya berstatus residivis dalam kasus yang sama. Meski demikian, ternyata setelah didalami, mereka tetap saja menumpahkan kesalahan terhadap ‘CM’ yang masih buron sebagai ketua gembong mereka.

Kapolres Solok, Bambang Ponco Sutiarso menegaskan, pihaknya akan terus mengembangkan dan menumpas kasus pencurian ternak tersebut sampai ke akar-akarnya, bahkan hingga ke tingkat pedagang.  Dari penyelidikan sementara, disinyalir para pelaku berupa gembong besar dan tergolong spresialis, dan berpotensi ada keterkaitan dengan penjahat lainnya.

“Saya tidak main-main, yang pasti kasus ini bakal ditumpas sampai ke akar-akarnya,” katanya.

Hingga tadi malam selain menahan Sembilan pelaku, jajaran Polres Solok turut mengamankan empat ekor sapi sebagai barang bukti  yang diambil dari sejumlah daerah. Guna mempertanggung-jawabkan perbuatannya dapat diancam pasal 363 KUHP, dengan hukuman berupa kurungan diatas lima tahun penjara.  (mg9)

Selasa, 10 Januari 2012

Karakter Seseorang Berdasarkan Pilihan Lauk di RM Padang

Karakter Seseorang Berdasarkan Pilihan Lauk di RM Padang

23SEP
Rumah Makan Padang adalah restoran lokal paling populer di Indonesia setelah Warung Tegal (Warteg), di sini disajikan menu-menu yang banyak mengandung santan dan kolesterol, dengan citarasa spicy cenderung pedas. Sebagian besar restoran menambahkan sayur daun singkong dan nangka muda sebagai teman makan nasi secara cuma-cuma. Dan yang paling khas adalah sambal hijau yang rasanya menggiurkan dan bikin huh hah huh hah.
Tapi tahukah Anda bahwa karakter seseorang bisa diintip dari pilihan lauknya di RM Padang? Yuk tengok, analisa dari Uda Matonyo Adoduo berikut ini ....
Rendang. Kamu orangnya suka main aman, mudah terbawa tren, dan sering menolong orang.
Ayam Pop. Tidak suka hal yang rumit, cari pacar suka yang lebih muda, mengikuti tren yang sedang populer.
Gulai Kepala Kakap. Selalu ingin yang terbaik, memiliki jiwa leadership yg kuat, memiliki standar tinggi.
Gulai Otak. Mencintai keindahan, memuja kecerdasan, dalam hubungan cinta biasa jadi yang dominan.
Ikan Bakar. Multitasking, mudah memberi saran, tapi agak susah mendapat pasangan.
Telur Ikan. Orangnya ngemong, pengetahuannya luas, sayang matanya suka jelalatan kalo lg jalan ama pacar.
Kikil. Orangnya beranian, jarang sakit-sakitan, dan move-on nya lama.
Paru Goreng. Tandanya suka becanda, memahami sesuatu secara mendalam, gak sabaran.
Telor Dadar. Bersahaja, menyukai hal-hal detail, sedikit obsesif sama wewangian.
Daging Cincang. Tidak tegaan, lumayan rajin beribadah, susah berkomitmen.
Gulai Sotong. Suka hal baru, mampu bersaing, dan banyak mau.
Gulai Ayam. ekstrovert, disenangi teman2, kalau dalam hubungan jadi pihak yang pasif.
Ayam Goreng / Bakar. Hobi traveling, penampilannya edgy, moody.
Dendeng Batokok. Orangnya kritis, ramah, dan suka bersepeda.
Udang. Fleksibel, workaholic, tapi bosenan.
Perkedel Kentang. Tandanya duit di dompetnya kurang dari Rp. 10.000, -
Yak, kira-kira begitu karakter dari masing-masing lauk RM Padang, jangan dipercaya, karena kita hanya bisa percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.